Beranda > Info Berita > Bagaimana Mamalia Berevolusi Semakin Besar

Bagaimana Mamalia Berevolusi Semakin Besar

Melbourne--Perbandingan berat bayi terhadap berat induk menentukan evolusi mamalia. Rasio ini menjelaskan kenapa sebagian mamalia tumbuh sangat besar sementara lainnya tetap kecil.

Peneliti evolusi dari Monas University, Alistair Evans, memulai penelitian dengan kepercayaan bahwa ukuran tubuh berdampak pada fisiologi dan anatomi hewan. Faktor-faktor seperti kecepatan detak jantung, jumlah makanan yang dibutuhkan, dan bagaimana cara bergerak semua bergantung pada dimensi fisik.

"Ukuran tubuh sangat fundamental terhadap makhluk hidup," ujar dia melalui siaran pers, Senin, 24 Juni 2013.

Evans lantas mempelajari perkembangan ukuran tubuh paus, gajah, primata, dan tikus sejak waktu kemunduran dinosaurus hingga sekarang. Setelah kepunahan dinosaurus sekitar 65 juta tahun lalu, mamalia mengalami perubahan ukuran tubuh yang drastis.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa spesies yang menghasilkan anak yang cepat dewasa cenderung berevolusi semakin besar. Siklus perkembangan tubuh yang cepat ini begitu vital dalam perkembangan ukuran tubuh hewan, tak peduli berapa banyak anak yang dihasilkan. Dalam beberapa generasi, hewan yang dewasa lebih cepat ini mencapai ukuran tubuh maksimal.

Studi kasus paling signifikan bisa dilihat pada paus. Hewan paling besar di bumi ini telah berevolusi menjadi sangat besar bahkan melampaui beberapa jenis dinosaurus raksasa. Pertambahan ukuran tubuh hewan ini tercatat sebagai salah satu yang tercepat di bumi. Kesuksesan memperbesar ukuran keturunan ini disebabkan kelahiran anak yang cepat dewasa.

"Penyebabnya adalah kecepatan menjadi dewasa. Dalam 10 tahun panjang hewan ini mencapai 30 meter," kata Evans.

Dari sekian jenis mamalia, ordo primata menjadi yang paling lambat mengalami pertambahan ukuran tubuh. Beberapa famili yang termasuk ordo ini seperti tarsius, lemur, monyet, dan kera besar, tak ada yang memiliki berat lebih besar dari 500 kilogram.

"Lambatnya mamalia menjadi dewasa membuat evolusi ukuran tubuhnya sangat lambat," ujar peneliti biologi Arizona State University, Jordan Okie.

Penelitian ini juga menemukan ukuran maksimum binatang berdampak pada laju kematian. Binatang berukuran tubuh besar cenderung jarang melahirkan ketimbang binatang berukuran kecil. Akibatnya, jika laju kematian meningkat dua kali, ukuran akan menyusut hingga 16 kali.

Itu sebabnya kenapa hewan besar banyak yang mati pada Zaman Es. Hewan besar memiliki risiko kepunahan yang lebih besar ketimbang hewan kecil. (Anton William)

*) Gambar : Paus Biru

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/

 

 

 
 

The Time Is:

 
 
 

 

Powered By Octopuss | Design By Octopuss 2013

 
Pilihan Bahasa